Scroll to Top

Marseille vs Inter Milan 1-0: Kekalahan Keenam dalam Tujuh Laga Terakhir

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 23 Feb 2012

Hari-hari indah Claudio Ranieri bersama Internazionale mulai ditelan angin. Kemenangan menghadapi Lazio 2-1 di Serie-A pada 22 Januari 2012 seolah menimbulkan kutukan. Dalam tujuh laga setelah pertandingan tersebut, Internazionale kalah enam kali dan cuma sekali seri; plus selalu tak bisa mencetak gol ketika kalah. Termasuk, hari ini saat mendatangi Velodrome, kandang Marseille dalam leg pertama 16 besar Liga Champions.

Marseille vs Inter Milan 1-0

Laga ini menjadi laga ulangan duel taktik kedua pelatih. Claudio Ranieri masih menyimpan dendam ketika Chelsea —yang kala itu ditukanginya— dijungkalkan di semifinal Liga Champions musim 2003/2004 oleh AS Monaco —yang kala itu diarsiteki Didier Deschamps, pelatih Marseille saat ini—. Namun, kali ini lagi-lagi Deschamps yang lebih muda mampu menjungkalkan strategi Ranieri.

Internazionale sempat mengancam melalui aksi tembakan voli Diego Forlan dari jarak dekat di menit 11. Steve Mandanda, kiper Marseille, berhasil menyelamatkan gawangnya.

Marseille yang lebih menguasai ball possessions, kesulitan menciptakan peluang emas. Sementara, Internazionale yang beberapa kali serangan baliknya mengancam pertahanan Marseille juga tak bisa mencetak sebiji gol pun. Aksi Esteban Cambiasso ketika menerima umpan Javier Zanetti, hanya berakhir dengan bola yang melayang tipis dari gawang Mandanda.

Babak kedua, tidak ada yang berubah. Tuan rumah susah menguji keampuhan Julio Cesar sementara dua tembakan Dejan Stankovic tak berbuah apa pun. Satu tembakan melayang, satu berhasil dijinakkan Mandanda.

Mimpi buruk pun hadir di menit akhir bagi Internazionale. Andre Ayew yang menjadi nominator pemain terbaik Afrika, membuktikan kualitasnya dengan memanfaatkan sepak pojok Mathieu Valbuena; Ayew menanduk bola ke sisi jauh gawang Julio Cesar; hal yang cukup untuk sekadar membuat penderitaan Inter.

Kemenangan 1-0 bagi Marseille adalah peluang emas untuk bertanding di Giuseppe Meazza. Sementara, Inter yang harus menang minimal 2-0 atau 3-1 kini berada dalam tekanan besar untuk menyelamatkan trofi terakhir yang mungkin bisa mereka menangi.

Marseille Inter
17(4) Tembakan (Tembakan ke Gawang) 8(4)
18 Pelanggaran 21
5 Tendangan Sudut 1
1 Offsides 4
59% Ball Possession 41%
1 Kartu Kuning 3
0 Kartu Merah 0
4 Penyelamatan 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda