Scroll to Top

Josep Guardiola Memakai Strategi Kembar dengan Johan Cruyff?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 28 Feb 2012

Selepas kemenangan 1-2 atas Atletico Madrid, Josep Guardiola berkata, “Kami tidak berpikir untuk memenangi liga.” Menyerahkah sang pelatih Barcelona seperti yang didengungkan media? Belum tentu. Bisa jadi Pep tengah melakukan perang mental dengan cara lembut.

Josep Guardiola

Dua puluh tahun lalu, musim 1991/1992 kejadian serupa pernah terjadi. Kala itu, Pep masih berkemeja Barcelona dan menjadi tulang punggung The Dream Team era Johan Cruyff.

Saat itu, 3 Maret 1992. Fans Barcelona pulang ke rumah dengan wajah tegang. Di Camp Nou, Barcelona cuma bisa bermain imbang dengan Real Burgos 1-1. Sementara, ada dua klub di atas mereka yang berjaya. Real Madrid menekuk Real Zaragoza dengan skor 2-0 di Bernabeu. Atletico Madrid yang juga berpotensi juara, juga meraih kemenangan penting 0-1 atas Sevilla di Ramon Sanchez-Pijzuan.

Dengan hasil ini, Real Madrid melenggang dengan 49 poin. Atletico ada di peringkat kedua dengan 46. Sementara, El Barca cuma mengumpulkan 45 poin. Kata-kata yang meluncur dari Cruyff menghadapi persaingan yang tak menguntungkan ini, begitu mirip dengan kata-kata Pep: “Tampaknya (gelar juara) liga sudah hilang.” Media menafsirkan Barcelona sudah melempar handuk.

Namun, ucapan Cruyff berbuah keajaiban. Pasukannya, yang juga diisi Guardiola, mampu tampil lepas di bawah tekanan karena tak ada pengharapan apa pun. Sementara itu, Real Madrid yang begitu unggul, terhempas dalam tiga pertandingan terakhir. Termasuk ketika ditaklukkan Tenerife 3-2.

Di akhir kisah, Barcelona berhasil menjuarai La Liga. Defisit angka berhasil dikejar dan mereka mendapatkan 55 poin. Sementara, Real Madrid mentok di angka 54.

Bukan tidak mungkin Pep Guardiola tengah melakukan strategi yang sama saat ini. El Barca yang tertinggal 10 poin, membutuhkan keajaiban pula untuk memenangi La Liga. Pertandingan tinggal 14 lagi, dengan konsistensi Real Madrid, susah mengharapkan kejatuhan mereka.

Namun, dengan tampil tanpa beban, Blaugrana bisa mengambil momentum. Sementara, Real Madrid yang bernafsu meraih gelar juara La Liga pertama dalam empat tahun terakhir; bukan tidak mungkin pula terpeleset.

(SPORT/Wikipedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda