Scroll to Top

AC Milan Musim 2003/2004, Tersingkir Meski Sudah Unggul 4-1 di Leg Pertama

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 06 Mar 2012

AC Milan menapaki leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim ini dengan optimis. Mereka sukses membuat Arsenal babak belur di San Siro dengan skor telak 4-0. Rasanya, cuma keajaiban saja yang membuat Arsenal mampu mencetak 5 gol tanpa balas meski bermain di Emirates Stadium.

AC Milan Arsenal

Namun, bukan berarti keajaiban itu tidak akan terjadi. Rossoneri memiliki trauma tentang hal ini. Musim 2003/2004, meski sudah unggul besar di leg pertama, klub raksasa Italia tersingkir dengan cara menyakitkan.

7 April 2004 pukul 20.45 waktu setempat. Deportivo La Coruna vs AC Milan. Malam di Riazor seakan tampak mudah bagi AC Milan.

Maklum, pada leg pertama di San Siro, Ricardo Kaka menyumbang dua gol. Andrii Shevchenko dan Andrea Pirlo melengkapi pesta. Satu-satunya gol La Coruna dibuat oleh Walter Pandiani.

Siapa pun yang sudah menang 4-1 tidak akan takut pada tatapan sayu 29.000 pasang mata yang mendiami stadion Riazor, kandang La Coruna.
Namun, semuanya berubah di menit 5.  Walter Pandiani sukses membobol gawang AC Milan. Gol cepat ini menaikkan  moral Super Depor.

Berikutnya, sang playmaker andal Juan Carlos Valeron, Albert Luque, dan Fran Gonzalez bergantian mencetak gol. Rossoneri yang datang dengan kepala yang diangkat tinggi-tinggi, pulang dengan rasa frustrasi berlebihan. Deportivo La Coruna menang 4-0 dan lolos dengan agregat 5-4.

Kini, situasi yang mirip juga bisa dialami oleh AC Milan. Lawan mereka, Arsenal, tengah bagus-bagusnya di Liga Inggris. Terakhir, pasukan Arsene Wenger mampu menghajar tuan rumah Liverpool 1-2. Bahkan, dalam dua laga terakhir di Premier League, The Gunners selalu mampu bangkit meski tertinggal lebih dahulu.

Robin Van Persie, sang penyerang tunggal dalam skema 4-5-1 Wenger, tak terbantahkan lagi menjadi kunci utama. Dalam dua laga terakhir, RVP mampu menyumbang 3 gol. Total, musim ini sang kapten sudah mencetak 31 gol hanya dalam 36 penampilan.

Target menang 5-0 memang cukup muluk bagi Arsenal. Namun, bukan tidak mungkin AC Milan kembali terjerat takdir menyakitkan ketika menghadapi Deportivo La Coruna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda