Scroll to Top

Arsenal vs AC Milan 3-0: Perjuangan Gagah Berani

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 07 Mar 2012

Tersingkir, tapi kepala harus tetap tegak. Arsenal tidak punya banyak pilihan menghadapi kenyataan sudah tertinggal 0-4 oleh AC Milan di leg pertama. Maka, bermain di Emirates Stadium, The Gunnes tampil kesetanan. Mereka bahkan mampu menipiskan jarak dalam 45 menit pertama saja. Namun, pada akhirnya AC Milanlah yang sukses keluar dari lubang jarum.

Arsenal vs AC Milan 3-0

Tragedi itu nyaris terulang. AC Milan pernah unggul 4-1 di leg pertama perempatfinal Liga Champions 2003/2004. Namun, ketika dijamu Deportivo La Coruna, 4 gol melayang ke gawang mereka tanpa balas.

Arsenal unggul cepat di menit 7. Alex Oxlade-Chamberlain sang calon bintang, melepaskan tendangan sudut. Laurent Koscielny menanduk bola yang tak terjangkau oleh Christian Abbiati. Gol! Sukses mengoyak gawang lawan begitu cepat, spirit The Gunners melesat.

Christian Abbiati menjadi pahlawan AC Milan dini hari tadi. Beberapa peluang Arsenal berhasil dipatahkan. Termasuk ketika sang kiper asal Italia menyelamatkan gawang dua kali dari tembakan Robin Van Persie.

Namun, menit 26 Abbiati tak cukup tangguh. Umpan Theo Walcott ke tengah kotak penalti sebenarnya tak terlalu meyakinkan. Sapuan tak bersih Thiago Silva mengarah pada Tomas Rosicky. Tak mengenal ampun, gelandang Republik Ceska sukses menggandakan keunggulan.

Harapan fans The Gunners semakin menjadi-jadi ketika wasit Damir Skomina menunjuk titik putih. Van Persie yang menjadi algojo sukses membuat keadaan menjadi 3-0 hanya di 45 menit pertama.

Siapa pun yang tertinggal 0-4 dan berhasil mencetak 3 gol di paruh waktu, akan gila. Satu gol lagi cukup untuk membuat Arsenal memaksakan extra time atau mungkin adu penalti.

Namun, AC Milan tampil lebih rapi di babak kedua. Bahkan, mereka nyaris memperkecil kedudukan sekaligus mengunci laga. Aksi ceroboh kiper Wojciech Szczęsny dimanfaatkan oleh Zlatan Ibrahimovic. Sayang, tembakannya dari jarak 25 yard melebar.

Membutuhkan sebiji gol, Arsene Wenger menyuntikkan seorang Maourane Chamakh yang sebenarnya lebih sering tampil “menyelamatkan gawang lawan” daripada mencetak gol. Namun, hingga menit terakhir, satu gol tambahan tidak didapatkan oleh Arsenal.

Sementara, AC Milan yang lebih banyak menguasai ball possessions dalam pertandingan ini, sukses lolos dengan agregat 3-4. Rossoneri menjadi satu-satunya tim di Italia yang berpeluang meraih tiga gelar musim ini: Serie-A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Arsenal AC Milan
9(7) Tembakan (Tembakan ke Gawang) 13(5)
21 Pelanggaran 8
5 Tendangan Sudut 1
4 Offsides 9
45% Ball Possession 55%
3 Kartu Kuning 3
0 Kartu Merah 0
5 Penyelamatan 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda