Scroll to Top

Harry van Jogja: Bukan Tukang Becak Biasa

By Ibnu Azis / Published on Sunday, 18 Mar 2012

Harry Van Jogja

Penampilannya kece. Memakai sepatu outdoor, celana dengan motif army, dan menggenggam smartphone Blackberry Dakota. Orang yang belum mengenalnya pasti tidak percaya jika Blasius Harry adalah seorang tukang becak.

Tetapi Blasius Harry – lebih dikenal dengan nama Harry van Jogja – bukanlah tukang becak biasa. Ia adalah abang penarik becak di zaman teknologi. Zaman digital. Zaman internet. Harry van Jogja melakukan terobosan dan mampu meraup sukses besar.

Pemilik akun Twitter @harryvanjogja ini – akun Twitter-nya saat ini tak bisa diakses – telah memiliki 5 ribuan followers. Dan ia sukses memanfaatkan teknologi dalam pekerjaannya meskipun profesinya tidak menuntut kecanggihan teknologi.

Kisah Blasius Harry dimulai pada tahun 1998. Ia kerap mengunjungi warnet sehabis menarik becak. Saking ketagihan, ia memutuskan ngeblog dengan Multiply dan membuat akun email. Tulisannya di dunia maya mendapat respon positif di internet.

Pada tahun 2000 ada wisatawan Amerika Serikat yang khusus datang mencari Blasius Harry di kawasan Prawirotaman, Yogyakarta. Ia penasaran dengan sosok Harry van Jogja dan tak percaya jika Blasius Harry adalah seorang tukang becak.

Berkat internet dan media sosial, Blasius Harry kini dikenal dunia. Dan lewat internet ia menggaet calon penumpang becak dari seluruh dunia yang ingin berwisata ke Yogyakarta. Lewat pelbagai tulisannya di dunia maya, simpati pun mengalir. Dan bahkan ia mampu membangun rumah dari bantuan wisatawan Inggris yang ia kenal lewat Facebook.

Blasius Harry sempat menulis sebuah buku yang berkisah tentang pengalaman hidupnya dengan judul The Becak Way (best seller versi Gramedia). Bahkan buku ini diberi kata pengantar oleh Wali Kota Yogyakarta (saat itu) Herry Zudianto. Selain itu, Blasius Harry sering muncul di televisi lokal Yogya dan talk show Hitam-Putih di Trans 7.

Sosok Blasius Harry dapat dijadikan teladan dan pengalaman berharga, jika teknologi dapat diterapkan bagi siapa saja dan pada profesi apapun. Teknologi adalah katalis, memercepat pekerjaan, memermudah sesuatu, dan memersingkat waktu.

Jika semua tukang becak di Indonesia seperti Blasius Harry, bukan tak mungkin akan muncul Harry van Jakarta, Harry van Bandung, Harry van Surabaya, dan Harry Harry yang lain di seluruh penjuru nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda