Scroll to Top

7 Kesalahan Yang Harus Di hindari Oleh Para Pemula Bisnis

By Moch Ridwan / Published on Thursday, 22 Mar 2012

Banyak orang yang memiliki ide bisnis cermerlang hingga mereka pun bersemangat untuk mewujudkannya dalam bentuk usaha nyata. Namun diantara para pemula bisnis itu tak sedikit yang mengalami kegagalan.

Ben Parr seorang penulis senior di CNET berhasil merangkum tujuh kesalahan umum yang sering dibuat oleh para start up. Menurutnya pada umumnya para entrepreneur muda terjebak pada kesalahan yang sama yang terus berulang, padahal hal ini bisa dihindari dengan mudah.

Apa saja tujuh kesalahan yang harus Anda hindari saat Anda memulai bisnis?

1. Kehilangan Fokus
Entreprenuer pemula biasanya memiliki banyak ide yang bergentayangan di kepala mereka. Tak ayal mereka pun cenderung untuk mewujudkan semua ide tersebut. Memang ada benarnya dengan memberikan banyak pilihan pada konsumen terlihat seperti suatu ide yang tak terlalu buruk. Tapi hal ini justru membuat konsumen bingung. Kesederhanaan dan fokus adalah kunci untuk membangun perusahaan yang sukses. Jadi jangan selalu mewujudkan semua ide yang ada di kepala Anda, atau menjadikan semua keinginan konsumen, yang perlu dilakukan adalah menyederhanakan semua ide dan berfokus pada satu ide. Contoh keberhasilan dengan fokus ini bisa dilihat dari Square yang berhasil menjadi pemimpin dalam usaha pembayaran online dan bukan melakukan banyak hal lainnya.

2. Mengabaikan Cashflow
Bisnis yang baru dijalankan cashflow memegang peranan yang sangat penting dibandingkan dengan revenue yang diperoleh. Tugas Anda sebagai seorang entreprenuer adalah memastikan bahwa perusahaan Anda berjalan selama mungkin dengan menjaga finansial perusahaan.

3. Terlalu Terobsesi Pada Kompetitor
Jangan terlalu terobsesi dengan kompetitor start up yang sama, jika Anda terlalu mengkhawatirkan hal ini maka hasilnya adalah Anda membangun produk berbasis atas ketakutan diri Anda. Perusahaan yang besar selalu berfokus pada apa yang bisa mereka lakukan untuk konsumen mereka bukan pada kompetitor mereka.

4. Tidak Diterimanya Produk
Pada umumnya produk pertama yang Anda luncurkan kebanyakan akan mengalami kegagalan. Hal ini bisa terjadi dalam hitungan minggu, bulan, atau tahunan. Yang penting dari ini adalah segera mengetahui kapan hal ini terjadi dan segera mengambil aksi atau tindakan untuk menindak lanjutinya.

5. Mengabaikan Kultur Perusahaan
Setiap perusahaan yang baru dibangun harus segera memiliki visi dan misi. Keduanya harus Anda tanamkan dalam jiwa karyawanan. Kenapa? hal ini akan membangun perusahaan ke dalam satu kekuatan dan hubungan yang dinamis baik antar karyawan dan karyawan dengan perusahaan.

6. Sudah Merasa Puas
tak ada perusahaan yang tahan terhadap kegagalan walau perusahaan tersebut sudah besar seperti Google, Yahoo, Digg dan lainnya. Jangan cukup puas dengan kesuksesan yang Anda miliki sekarang. Teruslah berkembang dengan mewujudkan ide-ide yang lain yang akan membuat perusahaan Anda semakin besar.

7. Tidak Berkembang
Anda tentu saja bisa merasa terancam dengan adanya kompetitor atau pendanaan dalam perusahaan. tapi tentu saja hal ini suatu saat bisa Anda lewati. Tapi yang lebih penting adalah, apakah perusahaan Anda terus berkembang kearah yang lebih baik? Perhatikan Facebook dari mulai diluncurkan, mereka terus mengalami perubahan disana-sini seperti munculnya Timeline Facebook. Perusahaan yang tak berkembang akan ditinggalkan konsumen, seperti Freindster yang gaungnya saat ini tak terdengar lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda