Scroll to Top

Situs Download File Rapidshare Dinyatakan Legal

By Ditya / Published on Thursday, 29 Mar 2012

Logo RapidShare

Setelah penutupan Megaupload, banyak layanan file hosting panik dan mulai membatasi layanannya seperti yang dilakukan FileSonic, RapidShare dan FileServe.

Sebuah pengadilan tinggi Jerman telah memutuskan bahwa layanan file hosting RapidShare dapat beroperasi secara legal di Jerman.

Keputusan tersebut adalah hasil pertarungan hukum antara layanan file hosting RapidShare dengan kelompok GEMA.

Keputusan tersebut juga membuat layanan file hosting yang berbasis di Swiss ini agar terus memonitor file hostingnya dari pelanggaran hak cipta.

Selama beberapa tahun ini RapidShare telah berusaha keras untuk bekerja dengan pemegang hak cipta dan membatasi pelanggaran hak cipta, namun ini tidak dapat mencegah tuntutan terhadap RapidShare masalah pelanggaran hak cipta.

Dua minggu lalu, sebuah rilis pers yang diterbitkan oleh pemegang hak cipta menyatakan bahwa RapidShare mengalami kekalahan besar di pengadilan. Namun setelah pengadilan menerbitkan keputusannya, RapidShare mengklaim kemenangan sendiri.

“Untuk pertama kalinya Pengadilan Tinggi Hamburg telah mengikuti argumen kami pada poin kunci dan telah memberi legitimasi hukum pada layanan kami. Ini adalah hasil penting bagi kami,” kata Alexandra Zwingli, CEO RapidShare.

Pengadilan selanjutnya memutuskan bahwa rapidshare tidak memiliki kewajiban untuk secara proaktif memonitor file yang di-upload pengguna. Sebaliknya, pemegang hak cipta harus memantau tautan ke file yang dilindungi hak cipta di RapidShare dan memastikan file-file tersebut tidak dapat diakses.

Selain dari pemantauan forum dan situs yang terhubung ke arah pelanggaran, RapidShare telah membuat penyesuaian lain untuk layanannya agar pelanggaran hak cipta.

“Kami melakukan ini atas kemauan kami sendiri karena kami memiliki minat yang kuat untuk menjamin bahwa layanan kami bersih. Kami percaya bahwa yang wajib untuk melakukan tindakan tersebut dipertanyakan dari segi hukum. untuk alasan ini kami banding atas putusan tersebut untuk mengklasifikasi masalah pemantauan proaktif di tingkat peradilan tertinggi,” kata Alexandra Zwingli.

Keputusan akhir Mahkamah Agung mungkin memiliki implikasi besar terhadap banyak file hosting yang beroperasi di Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda