Scroll to Top

Eintracht Frankfurt Klub Divisi Dua Liga Jerman Mantan Juara Piala UEFA

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 31 Mar 2012

Perhelatan Europa League sudah memasuki babak perempat final leg pertama. Delapan klub berjuang untuk mendapatkan empat tiket sisa. Athletic Bilbao, AZ Alkmaar, Atletico Madrid, dan Sporting Lisbon sukses memetik kemenangan. Lolosnya empat klub ini masih menunggu pertandingan pada 6 April 2012 nanti.

Eintracht Frankfurt

Sambil menanti empat laga krusial tersebut, tak salah rasanya jika kita menengok jauh ke tahun 1980. Ketika itu, klub Jerman, Eintracht Frankfurt, sukses menjuarai Piala UEFA.

Sayang, hanya dalam 4 tahun pasca menaklukkan Eropa, Frankfurt mengalami kemerosotan luar biasa. Mereka harus bergulat ketat untuk lolos dari jurang degradasi. Bahkan, saat ini Frankfurt tengah berjuang di 2. Bundesliga, atau Divisi Dua Liga Jerman. Sebuah keadaan yang cukup ironis untuk klub yang pernah menyabet gelar Eropa.

Sebenarnya, Frankfurt termasuk dalam golongan klub elite di awal-awal pergelaran Liga Jerman (yang saat itu masih terkotak-kotak). Pada musim 1958/1959, Frankfurt berhasil mendapatkan gelar juara Liga utama Jerman saat itu dan berhak mendapatkan tiket ke European Cup (saat ini Liga Champions).

Dalam percobaan pertama di Eropa, Frankfurt langsung menunjukkan taji mereka. Klub ini bisa lolos ke final European Cup musim 1959/1960. Sayang, mereka ditaklukkan Real Madrid 3-7 dalam pertandingan yang bisa dikatakan sebagai salah satu final European Cup (dan Liga Champions) sepanjang masa.

Prestasi Frankfurt di Eropa juga berkorelasi dengan prestasi mereka di Liga Jerman. Frankfurt termasuk dalam klub pendiri Bundesliga yang mulai digelar pada tahun 1963.

Momentum keperkasaan Frankfurt di Eropa terjadi pada musim 1979/1980. Ketika itu Frankfurt melibas semua lawan-lawan mereka di Piala UEFA.

Yang menarik, pada Piala UEFA musim 1979/1980 terjadi partai semifinal yang mungkin sulit untuk diulangi oleh klub mana pun.

Saat itu, semua semifinalis berasal dari Bundesliga! Mulai dari Bayern Muenchen, Eintracht Frankfurt, Vfb Stuttgart, hingga Borussia Moenchengladbach.

Frankfurt menjamin tiket final dengan cara super dramatis. Mereka sempat kalah 2-0 dari Bayern Muenchen di leg pertama. Namun, di leg kedua, giliran Frankfurt yang menghancurkan FC Holywood dengan skor telak 5-1.

Di final, Frankfurt berhadapan dengan Borussia Moenchengladbach yang saat itu kebetulan berstatus sebagai juara bertahan.
Saat itu, final diadakan dua kali dengan sistem kandang-tandang. Frankfurt sukses cuma kalah 3-2 di Bökelbergstadion, kandang Moenchengladbach.

Maka saat laga digelar di kandang sendiri, Frankfurt cuma butuh kemenangan 1-0 untuk memenangkan Piala UEFA lewat agresivitas gol tandang. Gol semata wayang di kandang sendiri dibuat oleh Fred Schaub di menit 81.

Sayang, prestasi ini tidak diimbangi dengan prestasi di musim-musim berikutnya. Pada musim 1983/1984 dan musim 1989/1990 klub ini bahkan harus mengikuti laga play-off promosi-degradasi untuk bertahan di Bundesliga.

Akhirnya, musim 1995/1996, nasib buruk itu terjadi juga. Frankfurt untuk pertama kalinya terdegradasi setelah bertahan di Bundesliga selama 33 tahun.

Dekade 2000-an, nasib Frankfurt belum membaik. Keperkasaan mereka di Eropa 30 tahunan lalu seolah belum kembali. Musim ini, mereka masih berkutat di Divisi dua Bundesliga. Menduduki peringkat kedua di klasemen sementara, klub ini berharap beberapa musim ke depan mereka mulai merintis lagi jalan menguasai Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda