Scroll to Top

Penggemar Fast Food Cenderung Mudah Depresi

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 05 Apr 2012

fast food

Makanan cepat saji, atau fast food, memang menggoda. Rasanya cukup nikmat dan bisa didapatkan dengan mudah serta cepat. Hanya saja, banyak penelitian yang mengungkapkan keburukan makanan yang dijual instan ini. Misalnya, tingginya lemak trans yang memengaruhi kesehatan pembuluh darah dengan munculnya plak kolesterol.

Kesukaan mengonsumsi fast food sering disandingkan dengan gaya hidup seseorang. Ada yang berpikir ekstrim, makan di restoran cepat saji bisa menaikkan gengsi. Mungkin ada benarnya, tapi harus dibayar dengan kesehatan yang merugi.

Sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Public Health Nutrition menyatakan, ada karakteristik tertentu yang ditemukan pada pecinta fast food. Menurut penelitian yang dilakukan Almudena Sanchez-Villegas dan timnya itu, pecinta fast food cenderung mereka yang punya gaya hidup kurang aktif. Mereka kurang suka makanan yang mengandung serat atau protein. Misalnya buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, atau sayuran,.

Bahkan, konsumen fast food dihubungkan dengan kemungkinan mengalami depresi. Risiko ini berbanding lurus dengan seberapa banyak fast food dikonsumsi. Kalau keseringan, potensi dpresi semakin besar.

“Konsumen makanan cepat saji 51 persen lebih mungkin mengalami depresi,” kata Villegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda