Scroll to Top

Real Madrid 4 Gol Lagi Tersubur Sepanjang Sejarah

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 14 Apr 2012

Semakin dekat dan semakin dekat saja. Andai Real Madrid mampu menciptakan 4 gol dalam laga menghadapi Sporting Gijon Minggu dini hari, dipastikan merekalah Los Blancos tersubur sepanjang sejarah; melewati catatan spektakuler musim 1989/1990.

Real Madrid

Musim tersebut, Real Madrid mampu menciptakan 107 gol dalam 38 pertandingan. Membuat rata-rata gol mereka mencapai 2,82 gol per pertandingan. Sebuah catatan yang jauh dari bayangan ketika Los Blancos musim 1989/1990 memulai liga dengan kemenangan “hanya” 2-0 atas Sporting Gijon 2-0 lewat gol Michel dan Hugo Sanchez.

Dalam perjalanannya, Real Madrid 89/90 tercatat delapan kali mengakhiri pertandingan dengan skor lima gol atau lebih. Tujuh di antaranya terjadi di Santiago Bernabeu. Yaitu melawan Castellon 7-0, Rayo Vallecano 5-2, Real Oviedo 5-2, Sevilla 5-2, Tenerife 5-2, Valencia 6-2, dan Real Zaragoza 7-2. Di luar Bernabeu, sekali saja Los Blancos 89/90 menghajar klub lawan dengan lima gol, yaitu ketika membabat Logrones 1-5.

Real Madrid vs Granada 5-1 (2)

Musim ini, catatan yang mirip dibuat oleh pasukan Jose Mourinho. Mereka membuka liga dengan kemenangan besar atas Real Zaragoza 0-6. Bomber andalan mereka, Cristiano Ronaldo menciptakan hattrick dalam laga tersebut.

Dalam perjalanannya, hingga pekan ke-32, Madrid juga sudah delapan kali menghantam lawan dengan lima gol atau lebih dalam sebuah pertandingan. Kalau Real Madrid 89/90 layak berpredikat sebagai jago kandang —karena lebih sering membantai lawan di kandang—, tidak demikian halnya dengan Real Madrid era Jose Mourinho ini.

Real_Madrid vs Zaragoza 3-1 (1)

Mereka lima kali mencetak 5 gol atau lebih di laga kandang; dan tiga sisanya terjadi di luar Bernabeu. Korban-korban Los Blancos di kandang adalah Espanyol (5-0), Granada (5-1), Osasuna (7-1), Rayo Vallecano (6-2), dan Real Sociedad (5-1). Sementara di luar kandang, mereka yang terbantai amunisi peluru El Real adalah Real Zaragoza 0(-6), Sevilla (2-6), dan Osasuna (1-5).

Meskipun skor besar terlihat hampir sama saja, baik di kandang maupun tandang, tidak bisa dipungkiri musim ini Real Madrid tetap lebih tajam ketika bermain di kandang. Hingga pekan ke-32, mereka menciptakan 60 gol dalam 16 laga kandang dan 44 gol lain diciptakan di luar kandang.

Rekor kandang yang mulus ini, yang rata-rata mencetak 3,75 gol per pertandingan, akan menjadi garansi kesuksesan Real Madrid untuk melampaui catatan musim 1989/1990. Esok hari mereka akan melawan Sporting Gijon di Bernabeu. Cuma butuh 4 gol untuk menyalip catatan 107 gol musim 1989/1990 tentu pekerjaan yang hampir bisa dikatakan: mudah. Namun, kalau bisa mencetak 5 gol, mengapa harus membatasi 4 gol saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda