Scroll to Top

Pemain Liga Irlandia Utara Ini Menggagalkan Penaltinya Sendiri

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 14 Apr 2012

Kemarin Sidomi sudah menampilkan seorang pemain Liga Jerman yang rela memberitahu wasit bahwa golnya tidak sah. Kali ini, bergeser agak jauh ke Irlandia Utara, ada sebuah bukti lagi bahwa sepakbola tak selamanya dipenuhi trik licik. Sebaliknya, masih ada sekian banyak orang yang benar-benar ingin menegakkan fair play dalam olahraga terpopuler dunia ini.

Dungannon

Dungannon Swifts vs Ballymena United. Lanjutan Liga Primer Irlandia Utara. Saat itu kedudukan masih 0-0. Dalam sebuah insiden, seorang pemain Ballymena, Chris Rodgers terjatuh di tengah lapangan karena bahunya terkilir. Sementara, bola masih dikuasai Dungannon dan wasit memutuskan untuk tetap melanjutkan pertandingan.

Sesaat kemudian, pemain Dungannon yang membutuhkan gol, mengirim umpan silang ke kotak penalti lawan. Bola sempat mentah sebelum tiba-tiba saja bek tengah Ballymena, Gavin Taggart menangkap bola. Kejadian ini bisa dilihat pada menit 1:03–1:04 dalam video berikut.

Usut punya usut, Taggart ternyata keliru mengartikan suara. Ia mengira telah mendengar peluit wasit untuk menghentikan laga demi rekannya si Chris Rodgers yang cedera tadi.

Bagaimana pun dan dengan alasan apa pun, Taggart tetap menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti. Maka, wasit tetap memberikan hadiah tendangan penalti untuk Dungannon. Keputusan ini sempat mengundang reaksi panas para pemain Ballymena. Mereka merasa diperlakukan tidak adil.

Para pemain Dungannon tampaknya berbesar hati dengan hadiah penalti yang didapatkan dengan cara “tidak biasa” ini. Tendangan 12 pas harus tetap dilakukan; tapi keadilan juga harus ditegakkan.

Maka, dengan sengaja, sang eksekutor, Darren Murphy menendang bola sangat lemah ke arah kiper Ballymena. Bahkan, sebelum menembak, Murphy sempat memberi kode kepada sang kiper kemana ia akan mengarahkan bola. Sebuah contoh luar biasa sekaligus tamparan keras untuk para pemain yang bergaji lebih tinggi di liga elite Eropa nun jauh di sana.

Dalam pertandingan ini sendiri, Dungannon tewas 2-4 atas tim tamu. Namun, aksi simpatik Darren Murphy adalah kemenangan tersendiri bagi tuan rumah. Sportivitasnya lebih tinggi daripada sekadar tiga poin yang mungkin didapatkan andai penalti tersebut masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda