Scroll to Top

Jose Mourinho Terkena Kutukan Semifinal Liga Champion?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 18 Apr 2012

Semifinal Liga Championsmusim 2011/2012 adalah semifinal keenam dalam karier Jose Mourinho. Ia sudah membawa empat klub: Porto, Chelsea (2 kali), Internazionale, dan Real Madrid (2 kali) ke babak empat besar. Di balik prestasinya sebagai penyepuh tim menjadi  peraup trofi, Jose Mourinho cuma bisa meloloskan klubnya dua kali ke partai puncak dalam lima kesempatan sebelumnya. Apakah ini kutukan?

Jose Mourinho

Semifinal Liga Championspertama untuk Jose Mourinho datang di musim 2003/3004. Ketika itu klubnya Porto melakoni duel dengan Deportivo La Coruna (Spanyol). Porto sukses menembus final setelah unggul agregat 1-0. Imbang 0-0 di Dragao, klub Portugal malah sukses menang 0-1 di Riazor berkat gol penalti Derlei.

Lolosnya Porto ke final musim tersebut, langsung dibalut keberhasilan. Anak asuh Jose Mourinho menang 3-0 atas AS Monaco yang sama-sama merupakan tim kejutan.

Keberhasilan Mou menggenggam trofi tertinggi Eropa membawanya ke Chelsea. Namun, dalam dua kesempatan meraih semifinal dalam tiga tahun menangani The Blues, Jose Mourinho selalu sial.

Kesialan pertama terjadi pada musim pertama, 2004/2005. Mou gagal mengulang keberhasilan musim sebelumnya. Sama seperti Porto, Chelsea cuma bisa bermain imbang 0-0 dengan Liverpool di Stamford Bridge. The Reds bukanlah La Coruna yang melepas kemenangan di depan mata. Kala laga berlangsung di Anfield, gol tunggal Luis Garcia di menit 4 memulai kutukan bagi Jose Mourinho.

Bayern-Muenchen-vs-Real-Madrid.

Musim berikutnya, Chelsea tereliminasi sejak dini. Mereka dihajar Barcelona dengan agregat 2-3 di babak 16 besar. Selang setahun, Chelsea kembali merapat ke semifinal musim 2006/2007. Namun, lagi-lagi Liverpool yang menjadi penghadang. Saling mengalahkan di laga kandang dan tandang, Chelsea terdepak gara-gara adu penalti 4-1.

Hengkang dari Chelsea di awal musim 2007/2008, Mou hijrah ke Liga Italia. Kesempatan hadir di semifinal musim 2009/2010. Melawan Barcelona, Jose Mourinho membawa Nerazzuri ke partai puncak dengan agregat 3-2.

Bagai deja vu, keberhasilan Mou di Inter membuatnya datang ke klub terkaya dunia, Real Madrid. Namun, kali ini kutukan kembali bekerja. Los Blancos kandas disemifinal musim 2010/2011 oleh Barcelona 1-3.

Kini, dengan kekalahan 2-1 di kandang Bayern Muenchen, apakah kutukan Jose Mourinho berlanjut? Dalam sejarahnya di semifinal Liga Champions, Mou belum pernah mengubah kekalahan di leg pertama dengan kemenangan. Plus, hanya mencetak 7 gol dalam 11 pertandingan semifinal.

Musim Laga Leg 1 Leg 2 Agregat
2003-04 Porto vs Deportivo La Coruña 0–0 1–0 1-0
2004-05 Chelsea vs Liverpool 0–0 0–1 0-1
2006-07 Chelsea vs Liverpool 1–0 0–1 1-1 (1-4 a.p)
2009-10 Internazionale vs Barcelona 3–1 0–1 3-2
2010-11 Real Madrid vs Barcelona 0-2 1-1 1-3
2011-12 Bayern Muenchen vs Real Madrid 2-1 ??? ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda