Scroll to Top

Real Madrid dan Barcelona Menomorduakan Liga Champion demi El Clasico?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 18 Apr 2012

El Clasico: (salah satu) duel terpanas di dunia. Dua raksasa akan saling bunuh di partai tersebut. Kemenangan adalah harga mati. Barangkali atas alasan ini, Real Madrid dan Barcelona ‘menomorduakan’ Liga Champions?

El Clasico

Kita bisa melihat buktinya dari susunan pemain yang diturunkan Jose Mourinho tadi pagi saat melawat ke Jerman. Mou memang masih setia dengan formasi 4-2-3-1 andalannya. Hingga 69 menit, The Special One tidak memodifikasi timnya menjadi tim ultradefensif; meski bermain bertahan. Namun, tetap saja ada dua orang yang “diperam” demi El Clasico.

Tidak ada nama Marcelo sebagai bek kiri dalam susunan starting XI. Sebagai gantinya, malah ada Fabio Coentrao yang dini hari tadi dibuat kalah kelas oleh full back kanan Bayern Muenchen, Phillip Lahm.

Mesut Ozil juga tidak bermain penuh. Gelandang yang mencetak gol penyama kedudukan ini dicopot di menit 69. Barulah saat ini Marcelo masuk menggantikan sang playmaker. Sayang, penampilan Marcelo pun berakhir menakutkan ketika tackle brutalnya menyerang Mario Gomez.

Ricardo Kaka malah tidak hadir sama sekali. Jose Mourinho memilih duo Cristiano Ronaldo dan Angel Di Maria, yang sama-sama di bawah performa terbaik, untuk menemani Karim Benzema.

Jika melihat formasi yang ditampilkan saat melawan Bayern Muenchen, kemungkinan besar di El Clasico nanti Mou akan memainkan duet playmaker Mesut Ozil-Ricardo Kaka dengan mengesampingkan Angel di Maria. Plus, tentunya memarkir Coentrao demi Marcelo. Yang tak lupa, bisa jadi Mou lebih mengutamakan Gonzalo Higuain di lini depan kala berlaga di Camp Nou nanti.

Artinya, pola yang sama dengan pola ketika Real Madrid menahan Barcelona 2-2 di leg kedua perempat final Copa del Rey, bisa saja digunakan lagi.

Sementara itu, Barcelona tampaknya akan setali tiga uang. Salah satu dari Xavi Hernandez atau Andres Iniesta bisa saja tidak dimainkan di lini tengah demi menjaga kekuatan.

Di lini depan, banyak pilihan yang bisa dibuat oleh Pep Guardiola untuk merotasi pemain. Termasuk jika Isaac Cuenca kembali menjadi starter seperti melawan Levante. Kalau tidak, Cristian Tello pun bisa menggusur Pedro Rodriguez yang mungkin saja menanti laga El Clasico.

Satu yang juga harus dicermati Pep Guardiola adalah akumulasi kartu kuning. Saat ini ada Carles Puyol dan Javier Mascherano yang mengoleksi dua kartu. Sekali saja mereka mendapatkan peringatan wasit di Stamford Bridge, absen di Camp Nou adalah kepastian.

Namun, memainkan mereka saat ini dan menerima risiko kartu kuning tentu di leg kedua semifinal tentu lebih berterima daripada Pep tak bisa memakai jasa duo bek ini di partai final andai Barcelona lolos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda