Scroll to Top

Naik Gunung, Waspadai Hipoksia

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 28 Apr 2012

mendaki gunung

Hipoksia menjadi tantangan tersendiri buat para pendaki gunung. Orang yang mengalami gangguan tubuh ini akan merasakan sesak nafas akibat menipisnya oksigen di dataran tinggi, sehingga tubuh kekurangan asupan oksigen. Namun, bisa pula hipoksia muncul karena ada masalah dalam tubuh.

Kakurangan suplai oksigen, bisa menghambat penerusan gas ini ke berbagai organ tubuh lewat darah.

Sementara itu, hipoksia juga akan dialami oleh orang yang punya gangguan pada sistem pernafasan dan kardiovaskular. Tubuh tidak bisa merespon kebutuhan oksigen secara seimbang. Akhirnya, hanya sedikit oksigen yang bisa diserap.

Penderita hipoksia kerap ditemui mengalami perdarahan pada lambung. Organ ulkus pada lambung mengalami gangguan. Biasanya, orang yang bukan penduduk asli dataran tinggi bisa terkena masalah ini arena tubuh kurang bisa beradaptasi.

Oleh karena itu, memastikan tubuh dalam kondisi fit saat naik gunung itu perlu. Pasalnya, tubuh yang lelah, kurang istirahat, atau setelah melakukan aktivitas berat bisa memicu hipoksia lebih cepat. Kalau diperlukan, membawa tabung oksigen kecil di dataran tinggi bisa dijadikan alternatif pertolongan pertama saat tanda hipoksia terjadi

Apapun kondisinya, usahakan oksigen mengalir lancar di tempat Anda. Untuk rumah, misalnya, ventilasi yang baik akan dapat melancarkan pertukaran udara. Dan, hindari asap rokok atau kendaraan yang membuat nafas menjadi sesak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda