Scroll to Top

4 Penyebab Pria Tidak Merasa Dewasa

By Ilham Choirul / Published on Monday, 07 May 2012

pria manja

Banyak yang mengatakan, pria itu dewasanya terlambat dibanding wanita. Oleh karena itu, kerap didapati pria dengan cara berpikir dan kelakuan seperti gaya anak atau remaja sekalipun usianya sudah lebh dari 20 tahun. Kedewasaan memang dipengaruhi banyak faktor.  Hidup yang termanjakan adalah salah satu penyebab umum pria menjadi tidak dewasa.

Dikutip MSN, sikap kurang matang seorang pria bisa karena hal berikut:

  • Terlalu dimanjakan orang tua. Karena terlalu kerap mendapat apa yang dimau, pria “anak mami” ini kurang siap jika harus menghadapi tantangan berat. Mereka selalu membutuhkan untuk dibantu dalam banyak hal. Dia juga keras kepala dan bertindak sesuai kehendaknya sendiri tanpa mau diatur.
  • Merasa masih junior. Kadang pria menganggap dirinya masih junior dan belum berpengalaman. Akibatnya, mereka selalu takut untuk mengambil tanggung jawab. Mereka akhirnya menjadi tidak dewasa kalau diserahi tanggung jawab. Pria yang hanya ingin cari enaknya saja dalam sebuah hubungan cinta dengan mengulur-ulur pernikahan, menjadi salah satu bukti ketidakdewasaan pria dalam hal tanggung jawab.
  • Bermental pengatur. Pria yang punya keinginan menjadi pengatur seringkali mengabaikan pendapat orang lain. Dia ingin orang di sekitarnya hanya tunduk pada keputusannya tanpa mau mendengar saran terbaik. Mental ini sering membuat orang lain kesal karena terasa tidak dewasa.
  • Bertindak ceroboh. Pria yang dimanjakan orang tuanya juga sering bertindak ceroboh. Karena dia tidak bisa menyelesaikan segala sesuatu secara mandiri, tindakannya kadang di luar akal sehat yang membuatnya malah tersandung masalah lanjutan.

Normalnya, kedewasaan pria secara utuh akan terbentuk pada usia 30-an tahun. Kala itu dia sudah bisa bertindak dengan membedakan mana yang benar dan salah, baik dan tidak, dan berbagai indikator kedewasaan lainnya. Namun, saat pria terlalu dimanjakan hidupnya, kedewasaan itu mungkin baru akan terjadi secara terlambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda