Scroll to Top

KPI Tindaklanjuti Aduan Terkait Indonesian Idol 2012

By angelberta / Published on Tuesday, 08 May 2012

 

KPI Indonesian Idol

Bulan April lalu, juri Indonesian Idol 2012 Ahmad Dhani dan Anang Hesmansyah terancam dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Pengaduan Ampati yang terdiri  dari Ourvoice, Indonesia AIDS Coalition, Aliansi Sumut Bersatu, Arus Pelangi, Ardhanary Institute, Kontras, Kontras, LBH Jakarta, YLBHI, Pusat Study Gender dan Seksualitas UI, Jurnal Perempuan, Imparsial, Remotivi, dan lain-lain, mengenai juri Indonesian Idol 2012 yang dinilai melecehkan identitas gender tersebut, kini sedang ditindaklanjuti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

Komisioner KPI, Nina Mutmainah Armando, mengatakan bahwa pengaduan ini akan secepatnya dibahas pada rapat Pleno yang diadakan setiap hari selasa. Tepat hari ini, Selasa (08/5) pengaduan tersebut akan dibawa ke rapat Pleno.

Mengenai apakah RCTI akan dijatuhi sanksi atau tidak, Nina Mutmainah belum bisa memastikan.

“Sanksi? Itu tergantung dari hasil analisis KPI nanti yang ditentukan oleh sembilan komisioner,” ujar komisioner KPI tersebut.

Meski belum ada keputusan dari KPI mengenai RCTI, namun Nina meminta supaya RCTI memperhatikan betul kasus ini.

Menurut Nina, tayangan yang mempertontonkan dialog-dialog pelecehan tersebut sebenarnya tidak disiarkan secara live. Disana ada proses editing (pemotongan gambar) dimana tayangan yang menampilkan sikap diskriminatif dan pelecehan tersebut seharusnya bisa dihilangkan.

Hartoyo selaku koordinator Overvoice mengatakan bahwa dua dari tiga juri Indonesian Idol 2012 tersebut (Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah)  mengungkapkan sesuatu yang melecehkan, seperti :

Ojo wandu, kamu kayaknya itu wandu (wandu adalah Bahasa Jawa yang artinya laki-laki feminim)”, dan “Kamu nanti sampai Jakarta jangan bergaul dengan lelembut. Kamu mukanya gak cocok masuk Indonesia Idol, tahun depan kalau ada Jin Idol kamu bisa masuk”.

Ungkapan-ungkapan seperti itu dinilai oleh Hartoyo bahwa telah menyerang tubuh dan identitas gender seseorang.

KPI memiliki kebijakan dan peraturan penyiaran yang disebut dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) tahun 2012. Dalam P3 SPS tersebut sangat jelas identitas gender individu dan kelompok tertentu tidak boleh dilecehkan dan dieksploitasi.

“Dan bukan saja identitas gender tertentu, tapi orang dengan bentuk fisik tertentu, penyakit tertentu, atau dengan penyakit kejiwaan, itu juga tidak boleh ditayangkan. Yang dijadikan masalah adalah orang-orang itu bukan tidak boleh tampil, tapi tidaka boleh dilecehkan ketika mereka tampil,” imbuh Nina.

Tayangan Indonesian Idol 2012 ini dinilai telah melanggar pasal 78 ayat 1 dalam Standar Program Siaran (SPS) tahun 2012. Hartoyo menegaskan bahwa RCTI harus meminta maaf pada publik dan KPI selaku regulator harus bersikap tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda