Scroll to Top

Kepala Sekolah Dituduh Memata-matai Murid di Facebook

By Melissa / Published on Tuesday, 08 May 2012

Kehati-hatian dan profesionalisme dalam penggunaan media sosial sudah menjadi ‘peraturan tak tertulis’ di kalangan pendidikan. Lalu apa yang terjadi jika seorang guru melanggar aturan ini?

Kejadian ini berasal dari friend request dari seseorang bernama “Suzy Harriston” di Facebook. Suzy dianggap sangat misterius karena tidak memiliki foto profil dan hanya memiliki sekitar 300 teman yang hampir semuanya berasal dari Clayton High School.

Peristiwa yang terjadi di Missouri, Amerika Serikat ini menghebohkan para murid dan orangtua mereka karena Suzy Harriston dianggap sebagai profil samaran sang kepala sekolah yang digunakan untuk memantau kegiatan usai sekolah para murid.

Chase Haslett, alumni tahun 2011, yang pertama kali membuka berita ini di Facebook mendapat banyak pertanyaan seperti dari mana Chase mengetahui siapa Suzy Harriston. Namun Chase hanya menjawab ia tidak bisa membeberkan siapa yang memberikan info itu kepadanya.

Sebulan setelah pernyataan Chase di Facebook yang sekarang sudah dihapus, profil Suzy Harriston mendadak hilang. Bersamaan dengan itu, Louise Losos yang menjabat sebagai kepala sekolah Clayton, menyatakan akan mengundurkan diri.

Chris Tennill, kepala bagian komunikasi di distrik sekolah Clayton, menyatakan bahwa ini merupakan masalah pribadi Louise dan juga masalah untuk distrik mereka. Hingga kini, pihak mereka belum berkomentar mengenai pengunduran diri Louise dan tidak memberikan keterangan tambahan mengenai fakta apakah benar Louise adalah Suzy Harriston.

Kebijakan resmi Clayton mengenai komunikasi elektronik antara guru dan murid adalah seluruh hubungan harus dilaksanakan secara profesional dan berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.

Jika benar Louise menyamar sebagai Suzy Harriston, tentunya kebijakan tersebut telah dilanggar oleh Louise. Bukan hanya kebijakan sekolah, Louise juga melanggar kebijakan Facebook dengan membuat profil palsu.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa batas kegiatan daring para pengajar dan juga apakah sekolah berhak memantau kegiatan media sosial para muridnya masih belum jelas.

Selain itu, lagi-lagi masalah privasi kembali disinggung. Kejadian ini secara tidak langsung mengajarkan para murid dan orangtua untuk menolak berteman dengan orang yang tidak dikenal dan mengontrol siapa saja yang bisa melihat profil mereka di Facebook.

Bagaimana menurut Anda? Apakah pihak sekolah berhak memantau kegiatan para murid melalui media sosial setelah kegiatan sekolah berakhir?

(via Mashable)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda