Scroll to Top

Orang Gemuk Berisiko Tinggi Meninggal Saat Kecelakaan

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 08 May 2012

obesitas menyetir

Kegemukan bukan hanya berisiko pada kesehatan semata. Orang gemuk juga berpotensi tinggi  mengalami kecelakaan fatal di waktu berkendara. Demikian menurut studi dari University of Buffalo.

Risiko kematian orang gemuk sewaktu mengalami kecelakaan meningkat sebesar 21 persen. Semakin mengalami obesitas, risiko ini makin tinggi. Orang yang sangat gemuk bahkan risiko kematian saat terjadi kecelakaan meningkat menjadi 56 persen dibanding yang bertubuh ideal. Risiko mereka tidak hanya cedera semata. Tapi, lebih fatal dari itu.

Dr Dietrick Jehle, dari fakultas kedokteran University of Buffalo, mengatakan, perlu dilakukan desain ulang agar mobil juga bisa dikendarai dengan nyaman oleh orang gemuk, sekaligus terjaga keselamatannya. Saat ini kebanyakan mobil belum banyak yang mengakomodasi kebutuhan berkendara bagi orang yang sangat gemuk.

“Sangat penting mengubah desain mobil untuk lebih bisa melindungi orang gemuk. Selain itu uji tabrakan dilakukan dengan mengggunakan berbagai ukuran boneka tiruan,” kata Jehle, seperti dikutip Media Indonesia.

Untuk itu, perlu dilakukan uji tabrakan mobil yang melibatkan boneka yang berukuran lebih besar. Cara ini diyakini bisa membantu produsen mobil untuk membuat desain keselamatan berkendara bagi semua bentuk tubuh.

“Tingkat keparahan dan pola cedera kecelakaan tergantung pada interaksi yang kompleks dari faktor biomekanik, termasuk perlambatan kecepatan saat bertabrakan, penggunaan sauk pengaman dan airbag serta tipe dan berat kendaraan, juga jenis benturan,” tutur Jehle.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda