Scroll to Top

Liga Inggris: Akhir Penantian 44 Tahun Manchester City

By Wan Faizal / Published on Monday, 14 May 2012

Manchester City

Dua gol di masa injury time babak kedua mampu merubah segalanya di Stadion Etihad saat Manchester City bermain melawan Queens Park Rangers, Minggu (13/5/12). Sempat tertinggal 1-2, tandukan Edin Dzeko di menit 92 yang disusul sepakan Sergio Aguero di menit 95 memastikan City meraih kemenangan dan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini.

Gelar ini serasa menjadi penghapus dahaga seluruh awak The Citizens. Dahulu, mereka bukanlah tim yang bertradisi juara seperti tetangga mereka, Manchester United. Namun semua berubah ketika pada tahun 2008 datanglah Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan yang membeli City dari Thaksin Shinawatra.

City pun lantas berubah menjadi klub yang doyan membeli pemain-pemain berharga mahal. Tujuannya hanya satu, yakni meraih gelar juara Liga Inggris dan memupus dominasi United dan Chelsea saat itu.

Namun, harapan tersebut harus menunggu hingga empat tahun atau di tahun 2012 ini. Kedatangan Sergio Aguero, Samir Nasri, Gael Clichy untuk menyusul pemain sekaliber Yaya Toure, Carlos Tevez, David Silva, Edin Dzeko, dll sudah cukup untuk membawa City benar-benar bersaing di perebutan gelar juara musim ini.

“Ini adalah pertandingan yang sempurna untuk menutup musim ini. Ketika kami mampu mengalahkan tim seperti Manchester United dua kali dalam satu musim, itu artinya kami pantas mendapatkan gelar ini,” ujar Roberto Mancini.

“Gelar ini kami persembahkan untuk fans, chairman, dan juga pemilik klub ini. Ini adalah hari yang luar biasa,” lanutnya.

Ya, beberapa hasil buruk yang dialami City jelang akhir musim membuat mereka berada di ujung tanduk lantaran tertinggal delapan angka dari United. Keajaiban pun terjadi ketika di pertandingan berikutnya United justru mendapat hasil buruk dari Wigand an Everton. Puncaknya adalah saat gol tunggal Vincent Kompany membuat City mengalahkan United 1-0 di Etihad pada pekan 36.

Selanjutnya, City mampu mengatasi tekanan yang berada di pundak mereka di dua pekan tersisa. Kemenangan atas Newcastle United dan QPR hari ini sudah cukup untuk membawa mereka menjadi yang terbaik meski hanya unggul selisih gol dari United yang berada di peringkat kedua, sekaligus mengakhiri paceklik gelar juara liga yang terakhir kali mereka raih pada musim 1967-1968.

Well, apapun itu, sudah sepantasnya City berpesta hari ini. Dan satu pelajaran yang bisa dipetik dari City malam ini adalah, jangan pernah menyerah hingga semuanya usai.

Congrats, The Citizens!

Man. City 3-2 QPR

Gol Djibril Cisse, Man. City 3-2 QPR

Gol Jamie Mackie, Man. City 3-2 QPR

Aguero, Kompany, De Jong

Gol Edin Dzeko, Man. City 3-2 QPR

Gol Sergio Aguero, Man. City 3-2 QPR

Sergio Aguero, Man. City 3-2 QPR

Ofisial Man. City

the champions

Man. City fans

Mario Balotelli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda