Scroll to Top

Gunung Salak Sering Jadi Tempat Kecelakaan Pesawat

By Ika / Published on Wednesday, 16 May 2012

Gunung Salak

Jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak yang terjadi pada Rabu (9/5) lalu memunculkan banyak spekulasi. Ada yang menyebut bahwa pesawat tersebut tidak layak terbang, ada pula yang menduga bahwa kecelakaan itu disebabkan human error. Namun yang tak bisa dihindari adalah anggapan bahwa ada kekuatan mistis di balik kecelakaan Sukhoi.

Gunung Salak sendiri sudah terkenal memiliki topografi yang berbahaya bagi pesawat yang ingin terbang rendah. Bahkan tak sedikit pesawat yang mengalami kecelakaan di sekitar lokasi gunung yang kabarnya sering diselimuti kabut tebal tersebut.

Misalnya saja kecelakaan pesawat Trike bermesin PKS 098 yang jatuh di Lido, Bogor pada tahun 2002 silam, jatuhnya pesawat Cessna 185 Skywagon di lokasi yang sama pada tahun 2004, kecelakaan pesawat Casa 212 TNI AU di Gunung Salak pada tahun 2008 yang akhirnya menelan 18 korban jiwa, dan masih cukup banyak catatan kecelakaan pesawat lainnya yang terjadi di sekitar Gunung Salak.

Untuk kasus Sukhoi, ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Pertama adalah cuaca buruk yang memungkinkan adanya kabut tebal di Gunung Salak, bahkan seorang sumber sempat heran ketika melihat ada pesawat yang terbang ke arah Gunung Salak dalam kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

“Saya merasa aneh, cuaca buruk kok pesawat lewat,” kata sebuah sumber seperti dilansir VIVAnews.

Selain cuaca ada pula kemungkinan faktor human error. Seperti yang sudah diketahui, entah mengapa pilot mendadak menurunkan ketinggian pesawat hingga 6.000 kaki. Selain faktor-faktor penyebab yang ‘masuk akal’, ada pula faktor berbau mistis yang sering jadi perbincangan orang.

“Sudah terbukti dengan beberapa kejadian. Gunung Salak itu angker. Jangan gegabah,” kata Permadi, paranormal sekaligus politisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda