Scroll to Top

Skandal Pengaturan Skor Terjadi di Liga Spanyol?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 16 May 2012

Getafe vs Zaragoza

Pekan terakhir Liga Spanyol masih menimbulkan pertanyaan bagi Villarreal. Mereka kalah, sementara dua tim di bawah klub Kapal Selam Kuning meraih angka penuh. Benarkah ada skandal pengaturan skor atau pembelian pertandigan di Liga Spanyol?

Villarreal sebenarnya tidak membutuhkan kemenangan dalam duel menghadapi Atletico Madrid dalam laga di pekan 38. Syaratnya, Rayo Vallecano dan Real Zaragoza tidak menang. Dengan nilai 41, meski kalah sekalipun, Kapal Selam Kuning unggul 1 angka dari Rayo dan Zaragoza.

Sementara Villarreal berjibaku menghadapi juara Europa League, Rayo bertempur dengan Granada. Zaragoza? Mereka akan bertandang ke kota Madrid untuk berhadapan dengan Getafe.

Tiga pertandingan ini —beserta lima laga lain— diselenggarakan serentak. Skor 0-0 menyebar dalam duel Villarreal vs Atletico, Rayo vs Granada, dan Getafe vs Zaragoza. Setidaknya hingga menit 58. Ketika itu, Zaragoza mendapatkan hadiah tendangan penalti. Apono sukses membobol gawang Getafe, dan andai laga terhenti saat itu, Zaragoza dan Villarreal yang lolos. Zaragoza akan memperoleh 43 poin, sementara Villarreal 42 angka. Rayo hanya akan mendapatkan 41 poin, dan klub kota Madrid inilah yang terdegradasi.

Namun, semuanya berubah dalam dua menit terakhir. Menit 88, gawang Villarreal terbobol oleh Radamel Falcao. Selang dua menit kemudian, terjadi drama mengerikan bagi Kapal Selam Kuning. Di Campo de Vallecas, Raul Tamudo sukses mencetak gol kemenangan timnya dari Granada. Sementara, Helder Postiga menambah keuntungan Zaragoza dengan mencetak gol kedua timnya.

Rayo vs Granada

Hasil akhir, Villarreal vs Atletico 0-1, Rayo Vallecano vs Granada 1-0, dan Getafe vs Real Zaragoza 0-2. Klasemen pun bergerak begitu cepat. Villarreal jatuh ke peringkat 18 dengan 41 poin. Rayo dan Zaragoza yang menang, sama-sama mendapatkan 43 angka.

Hingga saat ini, Miguel Angel Lotina masih penasaran dengan kejadian-kejadian janggal tersebut. Ketika klubnya dibobol, dua klub yang berada di bawah, mendapatkan gol kemenangan. Baginya, gosip pembelian laga untuk menyelamatkan sebuah klub atau membuat klub juara, bukan hal baru. Desas-desus tersebut sudah bergulir dalam beberapa tahun terakhir.

Katanya, “Saya sedikit berpikir tentang yang terjadi di Primera Division dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Namun, tidak ada yang mengambil tindakan tentang hal ini. Suatu saat nanti, pasti akan ada cahaya penerang tentang (desas-desus) ini.”

Lotina sendiri sudah memberi laporan khusus yang tidak akan masuk ke telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. LFP dipastikan akan menganalisis permasalahan ini lebih terperinci. Buukan tidak mungkin, dalam waktu dekat, sedikit demi sedikit masalah akan terkuak. Apakah pembelian pertandingan atau pengaturan skor memang benar-benar ada? Bisa jadi pula, gol-gol menit terakhir hanyalah kebetulan. Ataukah ucapan Lotina kali ini akan membentur dinding yang terlalu kelam untuk ditembus?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda