Scroll to Top

Ini Alasan Casey Stoner Meninggalkan MotoGP

By Rheza Fadhlillah / Published on Saturday, 19 May 2012

 

Casey Stoner Umumkan Pensiun

Casey Stoner telah membuat keputusan yang tidak pernah dipikirkan oleh banyak pihak sebelumnya. Dalam kesempatan konfrensi pers jelang GP Le Mans Kamis lalu, ia membulatkan tekad untuk mundur dari ajang balap MotoGP di akhir musim 2012.

Sangat disayangkan pembalap sekelas Stoner yang telah mengumpulkan dua trofi juara dunia harus pensiun di umur yang masih terbilang muda yakni 27 tahun pada Oktober 2012 nanti.

Akan tetapi, keputusan telah dibuat dan Stoner yang dikenal teguh pendirian tidak akan menjilat ludahnya sendiri. Ia sudah memikirkan matang-matang apa yang harus dilakukan terhadap masa depannya.

Stoner mengatakan ia tidak lagi memiliki gairah untuk membalap lebih lama di MotoGP. Ia pun memiliki beberapa alasan mengapa ia rela meninggalkan sesuatu yang dicintainya dan apa yang telah dicapainya hingga sekarang.

Alasan pertama adalah kritikan dari orang-orang dan media yang seolah tidak percaya akan talenta yang ia miliki. Mereka meragukan pencapaian yang dimiliki Stoner dan menjatuhkannya saat ia tampil diluar performa.

“Orang-orang tidak percaya terhadap talenta atau perubahan yang telah terjadi terhadap kejuaraan”, ujar Stoner.

“2009, jujur adalah pertama kali saya membuka mata. Orang sampai saat ini menyebut itu adalah penyakit misterius. Faktanya, tidak ada yang mengerti bahwa saya menderita Lacoste Intolerance yang sangat kritis apabila itu semakin parah.”

casey-stoner 2009 season

“Ini bukan sesuatu seperti yang banyak orang pikirkan. Ini mengambil energi yang saya miliki dan menghentikan saya menyerap nutrisi. Tidak ada yang mendengarkan saya akan hal itu.”

Ketidakpercayaan itu berlanjut ketika Stoner pindah ke Honda pada tahun 2011 dan sukses mendominasi musim itu untuk menjadi juara dunia untuk kedua kalinya.

Banyak orang dan media menyebut musim itu adalah musim yang membosankan dan terus mengatakan bosan tiap kali Stoner berhasil memenangkan sebuah perlombaan hingga sekarang.

“Kalian, media, tidak bersahabat kepada kejuaraan ini. Mengkritik berulang kali khususnya sekarang”, lanjut Stoner.

Honda MotoGP rider Stoner of Australia celebrates on the podium

“Mereka mengatakan balapannya membosankan. Ini bosan, itu bosan. Jika anda kembali pada beberapa tahun lalu anda akan menemukan hal yang sama. Saya rasa orang-orang harus menghargai apa yang ada di depan mereka sekarang.”

Dualisme kompetisi terselubung oleh pihak penyelenggara MotoGP juga menjadi faktor mengapa Stoner kehilangan gairah balapnya. Kehadiran tim CRT di parc ferme yang sebelumnya menjadi tempat bagi tiga pembalap terbaik suatu lomba dinilai Stoner mencemarkan identitas kejuaraan.

MotoGP yang semula merupakan tempat bagi motor-motor prototype beradu kecepatan kini semakin tipis perbedaannya dengan olahraga sejenis seperti Superbike yang menggunakan motor massal.

“Kejuaraan tahun ini terpisah”, tambah Stoner. “CRT terbaik datang ke parc ferme seusai lomba dan kualifikasi. Ini jelas membedakan mereka. Ini bukanlah dua seri standar. Ini MotoGP. Ini kejuaraan prototype.”

CRT at Parc Ferme

“Ini (MotoGP) di mulai dengan mesin standar dan meningkat pada mesin prototype. Sekarang kita melangkah ke arah berlawanan dan berjalan mundur.”

“Bagiku ini bukan kejuaraan yang dulu saya cintai. Ini bukan kejuaraan yang selalu saya inginkan. Kecuali semua kompetitor disekitarku, mereka orang-orang yang menghormati satu sama lain.”

Pengunduran diri Stoner bukan berarti ia sudah tidak cinta lagi terhadap olahraga favoritnya tersebut. Akan tetapi, ia takut akan kehilangan rasa cintanya pada olahraga balap motor apabila ia memutuskan untuk lanjut membalap.

 

-Oke Casey, kami menghargai keputusan mu semoga anda sukses dengan kehidupan baru nantinya. Kami pasti akan merindukan aksi-aksi hebat mu di MotoGP- 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda