Scroll to Top

Final Liga Champion 2012: Kloningan Franck Ribery dan Laba-Laba di Rambut Salomon Kalou

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 20 May 2012

Kalou

Final Liga Champion 2012 berakhir dengan kemenangan Chelsea. Dua momen unik yang tak boleh dilewatkan, adalah hadirnya kloningan Franck Ribery dan laba-laba di rambut Salomon Kalou.

Salomon KalouPenggemar Chelsea kadang menemukan sesuatu yang unik dari sosok Salomon Kalou. Penyerang ini, cukup sering membuang peluang emas, dan cukup sering pula mencetak gol ketika orang bingung dengan apa yang dilakukannya di lapangan.

Nah, khusus dalam partai final kali ini, ia melakukan sesuatu yang tak kalah unik dari gaya bermainnya.

Ini bukan masalah posisinya yang mengisi si penyerang sayap egois sekaligus cerdas bernama Daniel Sturridge. Tetapi, faktor adanya laba-laba di kepala Kalou.

Tentu bukan laba-laba sungguhan, melainkan rambutnya yang didesain sedemikian rupa, seolah ada hewan tersebut yang menempel di bagian belakang kepala.

Sesuatu yang membuat Didier Drogba tercengang, dan barangkali membuat para pemain Bayern Muenchen grogi karena ada alien yang hinggap di kepala salah satu pemain lawan selama 120 menit.

Sementara Kalou bersuka cita karena laba-laba di kepalanya mengantar Chelsea juara, Jupp Heynckes pelatih Bayern Muenchen harus merana. Ya, ia menarik Thomas Mueller sang pencetak gol dan memasukkan Daniel Van Buyten yang belum fit benar.

Heynckes pun harus mengocok lagi susunan penendang penalti setelah Arjen Robben gagal mengeksekusi dari titik 12 pas pada babak perpanjangan waktu.

Sang pelatih juga harus kehilangan Franck Ribery yang cedera dan harus tertatih keluar dari lapangan pada menit 97. Pengganti pemain Perancis adalah Ivica Olic yang gagal mengeksekusi penalti. Andai Heycnkes menyadari sesuatu, sebenarnya ia ‘tidak perlu’ mengganti Ribery.

Franck Ribery

Ya, di antara sekian penonton yang memadati Fusball Arena, terdapat beberapa fans Bayern Muenchen yang tampaknya ingin menjadi kloningan Ribery. Mereka dengan jitu ‘menyerupakan’ wajah dengan muka sang idola, lengkap dengan luka di dahi plus sesuatu yang tidak perlu dijelaskan, tapi semua orang tahu.

Franck Ribery

Ribery sendiri, mengalami kecelakaan mobil pada usia 2 tahun yang menyebabkan keadaannya sedemikian rupa.

Andai Heynckes bisa menangkap satu dari sekian orang yang menyamar sebagai Franck Ribery, mungkin ia bisa lebih banyak memiliki opsi algojo penalti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda