Scroll to Top

Coppa Italia: Gelar Keempat Bagi Goran Pandev

By Wan Faizal / Published on Monday, 21 May 2012

Goran Pandev

Diantara semua punggawa Napoli yang berperan dalam sukses I Partenopei merengkuh trofi Coppa Italia 2012, ada dua nama yang dipastikan lebih berbahagia. Pertama, tentu saja Edinson Cavani. Selain mencetak gol pembuka di laga final, ia juga menjadi top skor Coppa Italia kali ini. Dan nama kedua adalah Goran Pandev.

Pemain asal Macedonia tersebut memang tak mencetak gol dalam laga tadi. Ia hanya membidani gol kedua yang dicetak oleh Marek Hamsik. Namun, trofi kali ini merupakan trofi Coppa Italia keempat yang dikoleksi oleh Pandev. Uniknya lagi, keempat trofi tersebut ia raih secara berurutan dari tahun 2009 hingga tahun 2012 ini.

Pemain berusia 28 tahun tersebut baru berkarier di Italia pada 2001 silam saat ia direkrut Inter Milan dari FK Belasica, klub lokal Macedonia. Namun sayangnya, kariernya di Inter cukup terjal karena harus rela dipinjamkan ke Spezia dan Ancona sebelum hijrah ke Lazio pada 2004.

Namun, bersama Lazio-lah Pandev merengkuh gelar Coppa Italia perdananya pada tahun 2009. Bermain melawan Sampdoria, Lazio harus bersusah payah sebelum akhirnya menang lewat drama adu penalti.

Setelahnya, Pandev hijrah lagi ke Inter pada awal musim 2009-2010. Manisnya, ia kembali meraih trofi Coppa Italia bersama Inter. Kala itu, Inter menang 1-0 atas AS Roma, meski Pandev tak bermain di laga tersebut.

Gelar ketiga diperoleh Pandev pada tahun 2011. Masih bersama Inter, Pandev mengantar I Nerazzurri mengalahkan Palermo 3-1 di laga final sekaligus menjadi gelar ketujuh Inter.

Dan di tahun 2012 ini, Pandev kembali mendapatkan gelar Coppa Italia keempatnya bersama Napoli setelah mengalahkan Juventus dua gol tanpa balas di laga final.

Jika ditanya gelar mana yang paling berkesan bagi dirinya, Pandev akan menjawab bahwa gelar bersama Napoli adalah yang paling berarti. Salah satu faktornya adalah lawan yang dihadapi adalah Juventus, klub yang sebelum laga final ini belum pernah tersentuh kekalahan selama satu musim penuh.

“Sangat menyenangkan. Ini adalah gelar keempat saya, tapi gelar kali ini adalah yang paling indah. Kami memberikan seluruh hati dan jiwa kami malam ini,” ujar Pandev.

“Kami tahu bahwa Juve menjalani musim yang fantastis dengan tidak pernah kalah sebelum laga final ini. Tapi yang terpenting adalah kami pemenangnya.”

Selamat berpesta, Pandev!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda