Scroll to Top

Mitos Seputar Kolesterol

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 24 May 2012

aliran darah

Kolesterol selama ini dipandang sebagai momok menakutkan saat kadarnya cukup tinggi dalam darah. Berbagai risiko kesehatan pun mengancam. Risiko stroke dan serangan jantung koroner berawal dari hadirnya kolesterol LDL yang menumpuk di pembuluh darah dan membuat tekanan darah meningkat.

Aliran darah tidak lancer dengan tekanan yang cukup besar bisa merobek pembuluh darah dan menyebabkan stroke. Sementara itu, kalau darah menuju jantung ikut terseumbat, risiko terkena serangan jantung menjadi tinggi.

Di balik bahaya kolesterol ini, ada beberapa mitos yang menyertainya:

  • Gaya hidup sehat bisa mencegah hadirnya jantung: Pendapat ini memang benar, tapi tidak sepenuhnya. Pasalnya, kolesterol juga dapat diproduksi melalui penyerapan makanan di usus. Gaya hidup sehat dan olahraga teratur akan membantu mengurangi kadar kolesterol.
  • Orang yang memiliki kolesterol tinggi harus menghindari udang dan telur: Memang kedua makanan ini mengandung kolesterol. Yang perlu dihindari adalah udang yang digoreng. Udang yang direbus masih diperbolehkan untuk dikonsumsi dalam batas porsi ringan. Untuk telur, masih diperbolehkan mengonsumsi beberapa butir dalam seminggu.
  • Orang kurus tidak memiliki kolesterol: Ini anggapan yang salah. Kolesterol bisa menyerang setiap orang. Tetap saja, memeriksakan kadar kolesterol itu penting. Karena, lemak jenuh yang tinggi dalam darah kadang tidak disadari oleh orang kurus maupun gemuk.
  • Kolesterol menyerang orang pada usia tua: Seharusnya, usia 20 tahun sudah harus memeriksakan kolesterol. Pasalnya, gaya hidup anak muda saat ini banyak yang kurang sehat dan kerap mengonsumsi makanan yang kaya lemak trans.
  • Karena sudah sedia obat penurun kolesterol, maka boleh makan apa saja: Obat hanya hanya membantu menurunkan kolesterol. Kalau kebiasaan makan tidak terkontrol, kerja obat juga tidak efektif untuk mengurangi kolesterol. Perpaduan obat, gaya hidup sehat, dan olahraga akan membuat kadar kolesterol menjadi normal kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda