Scroll to Top

Stres Pekerjaan Bisa Bikin Pasangan Tidak Harmonis

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 27 May 2012

bertengkar

Kesibukan kerja yang membuat stres setiap harinya, adalah situasi yang kurang menguntungkan buat pasangan. Apalagi, jika mereka sama-sama bekerja dan tidak mampu saling memberi dukungan, rasa stres menjalar kehidupan keluarga yang tidak harmonis. Demikian menurut studi dari University of Florida.

Ketidakharmonisan ini tidak boleh disepelekan. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa memicu konflik yang berujung pada keretakan rumah tangga. Pekerjaan dan stres yang tidak di kendalikan dengan baik, berpengaruh juga dalam mendidik anak. Emosi kemarahan dan jutek lebih banyak ditemui daripada nuansa penuh kebahagiaan.

Sekitar 400 pasutri yang dilibatkan dalam penelitian mengatakan, kebanyakan mereka merasa bahagia dan meraih kinerja pekerjaan lebih baik, kalau ada dukungan dari keluarga. Mereka lebih dapat menjaga keintiman dengan keluarga sekalipun lelah cukup mendera usai pulang kerja.

“Hal terpenting untuk menjaga keharmonisan keluarga ialah dapat menyeimbangkan kepentingan antara keluarga dan pekerjaan,” kata Wayne Hochwarter, pimpinan penelitian.

Saat pasangan merasa sama-sama stres, biasanya akan saling membandingkan siapa di antara mereka yang paling berat pekerjaannya dan yang paling stres. Egoisme cukup mendominasi. Inilah yang kemudian menjadi pemicu hubungan tampak tidak rukun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda